Congratulations all! Here are this issue’s submission winners:

1. Bila Bulan Tak Hadir
By Rainer Abraham Tupamahu

Dan bila bulan tak hadir,
kemanakah perginya?

Awan manakah yang ia curi
untuk menutupi sosoknya?

Bagian bumi manakah yang hilang
dari pengelihatannya
Demi memandang bagian yang lebih memuaskan?

Malam tak menjadi alasan
karena segelap-gelapnya angkasa,
Matahari akan selalu menyinarinya

Namun sekuat-kuatnya sinar mentari,
jika bulan tak ingin hadir,
ia tak akan hadir.

Sekuat-kuatnya cinta,
bila ia tak ingin diselamatkan
maka tak ada yang bisa menyelamatkannya,
bahkan tidak dengan cinta.

Dan bila bulan tak hadir,
mataharikah yang ia salahkan?

Dan bila kamu tak hadir,
masihkah kamu berada di orbit yang sama?

lariksajaksenja.wordpress.com

2. Bahagia
By Octavilia Theodora

Andai bahagia sederhana
Sesederhaha kata yang ditulis tanpa makna
Sesederhana senyumanmu dan saudaramu di foto itu

Maaf aku tak bisa berangan liar lagi
Aku terkukung pandangan orang lain
Yang mengatakan padaku, itu realita
Dan menunjukkan nasib mereka yang kacau
Yang berusaha bahagia bersama penderitaannya

Matamu yang mengasihani aku itu mengesalkan
Kau tak bisa menginterfensi masalahku
Walau aku tau, hatimu berusaha menggapaiku

Maka, ajari aku dari awal lagi kawan
Sifat kanak-kanak yang kita miliki dulu
Dengan hanya melihat rerumputan belakang sekolah
Dengan hanya duduk bersama, bersenda gurau
Kita bahagia… aku bahagia…
Sederhana

***

Thank you to everyone who submitted and participated on our submission competition! For those of you haven’t got the chance to join, don’t worry because we still have plenty of submission periods for you to participate in! Stay creative, fellas!